Monday, February 2, 2009

Jangan Didik Anakmu ...

Jangan didik anakmu


Jangan didik anakmu laki-laki
Bahwa kekuatan dan keperkasaan adalah segalanya
Ajari dia
untuk mencintai dan menerima dirinya apa adanya

Jangan didik anakmu laki-laki
Untuk mengejar kehormatan dan kekuasaan
Ajari dia
untuk mengejar cinta kasih dan kebijaksanaan

Jangan larang anakmu laki-laki
jika ia menangis
Dan jangan
katakan padanya bahwa laki-laki tak boleh cengeng
Ajari dia
untuk mengenali dan menerima perasaannya
Bahwa air mata adalah anugerah Tuhan yang indah
Sehingga ia belajar untuk tidak frustasi oleh emosinya
Dan jika dewasa ia telah belajar untuk hidup dengan seutuhnya



Jangan didik anakmu perempuan
Bagaimana menjadi cantik
Ajari dia
untuk mencintai dan menerima dirinya apa adanya

Jangan didik anakmu perempuan
Bagaimana untuk menyenangkan laki-laki
Ajari dia untuk menyenangkan hati Tuhan

Jangan larang anakmu perempuan
Jika ia
menikmati melompat, berlari, dan memanjat
Jika ia suka
menjelajah dan mengutak-atik benda-benda
Jangan
kaupaksa dia untuk duduk manis diam dan tenang
Karena
jiwanya yang ingin bebas jadi dirinya sendiri
Dan juga rasa
ingin tahunya yang telah Tuhan anugerahkan
Telah kau bonsai dan kaurusak sejak dini

Isilah rumahmu
Dengan cinta, hikmat, dan kebijaksanaan
Bukan dengan
harta, keindahan tubuh, gelar, dan kekuasaan

Bagikanlah
kepada anakmu laki-laki dan perempuan
Keindahan
menikmati mentari pagi
Kehangatan
rasa ketika menggenggam pasir
Kemesraan seekor kupu-kupu hinggap di atas bunga
Dan merdunya suara tetes-tetes hujan

Jika kau
ingin anakmu rajin beribadah
Gemakan
keberadaan Tuhan dalam dirimu
Ia takkan bisa kaupaksa berdoa dan sembahyang
Ketika dia tak dapat menangkap makna ibadah darimu

Jika kau ingin anakmu mencintai pengetahuan
Pancarkan rasa ingin terus belajar
Nasihatmu tak akan bisa membuatnya mau membaca
Ketika dia tak pernah menyaksikan engkau menikmati buku

Jika kau
ingin anakmu penuh kasih
Tunjukkan cinta kasihmu kepadanya dan sesama
Kata-kata saja tidak akan mempan membuatnya mengasihi
Jika ia tak pernah merasakan cinta darimu

Untuk anakmu
kau adalah teladan yang utama
Tak perlu banyak kata,
tiada perlu jutaan nasihat
Jika kau
ingin anakmu hidup seperti yang kauinginkan
Hiduplah demikian!


ps : dari milis sebelah...saya juga tdk tahu siapa pengarang sajak nan indah ini...

No comments: